Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Hallo, perkenalkan nama saya teuku marthunis minat saya olahraga dan seni, sehingga menjadikan saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah dan latar belakang keahliannya masing-masing

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 05 Juni 2020

Ini loh cara memaksimalkan waktu di kala Pandemi Covid-19 !!!


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Hallo teman-teman, gimana kabarnya nih ? semoga sehat-sehat selalu ya.. aamiin 😊
oia nih, pastinya kita udah tau kan apa yang sedang terjadi di seluruh penjuru bumi akhir-akhir ini? jadi... disini aku gak jelasin lagi lah ya tentang apa itu covid-19, gimana cara penularannya, and gimana pencegahannya . Tapi... aku lebih tertarik membahas tentang waktu-waktu yang kita habisin nih selama pandemi covid19. Tentunya karena aku merasa perlu nulis dan sharing nih sama teman-teman biar hari-hari kita tambah lebih berkualitas selama pandemi covid19 yaa... hehe 😃 . Karena mau tak mau kita harus jalani semuanya nih teman-teman, yang katanya untuk memutus rantai penularan virusnya yaa kan ... Semoga virusnya cepat hilang dan kita bisa beribadah bareng lagi, ngaji bareng lagi, kumpul dan bersilaturrahmi dengan saudara-saudara kita yaa.. aamiin 😊
Karena sayang juga liat bapak-bapak dan ibu-ibu yang cari rejeki yang sebagian jualan harus tutup jualannya sedangkan ia butuh biaya untuk makan sehari-hari kan , belum lagi sebagian kakak dan abang-abang kita yang kerja terpaksa di PHK sama perusahaan dan kantor-kantor kan .. hmmm sedih kann.. semoga semuanya cepat membaik dan lancar lagi seperti dulu ya ... aamiin

Oia, kali ini aku mau berbagi dua tips nih cara memaksimalkan waktu kita selama pandemi covid-19 ya.. semoga aja bermanfaat untuk kita nih yaa..

1. Setiap detik waktu kita berharga loh, kok bisa ?

        Jadi gini, berbicara waktu nih ya dalam Alquran sering loh Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan waktu, contoh nih yaa kayak demi masa dalam Surah Al- 'ashr, demi waktu Dhuha dalam surah Ad-dhuha, demi waktu fajar dalam surah Al-Fajr dan masih banyak lagi kan yang tentunya teman-teman udah tau . Kalau Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan menggunakan waktu nih ya, berarti disana ada keistimewahannya loh teman-teman.. misalkan kayak dalam waktu fajr, atau subuh ya kan... dalam hadis aja Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam udah ngabarin yang bermakna "shalat dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya". Untuk kualitas dan keagungan yang Allah berikan dalam waktu tersebut mungkin sebagian kita gak pernah tau ya kan.. tapi coba teman-teman gunakan waktu ibadah seperti Shalat sunnah dua rakaat sebelum Shalat subuh nantinya akan merasakan kenikmatan tersendiri loh. Jadi aku saranin nih yaa coba deh dari sekarang setiap harinya kita tuh usahain shalat dua rakat sebelum Shalat subuh berjamaah ya. Kalau uda merasakan dan mendapatkan kenikmatannya ntar kita sharing-sharing lagi yaa .
Itu baru satu contoh yaa.. belum lagi contoh-contoh yang lain. Orang-orang yang dapat mengatur waktu ibadahnya dengan baik mulai dari shalat subuh berjamaah serta shalat-shalat wajib lainnya dikerjakan secara berjamaah pastinya akan Allah mudahkan loh untuk menjalani hari-harinya. Mulai dari pekerjaannya sampai dengan masalah-masalahnya akan Allah berikan kemudahan dalam melewatinya. Allah gak akan tega melihat hamba yang taat kepada-Nya untuk melalui kesulitan hidup dengan sendirinya, pasti Allah akan bantu semuanya kok . Ditambah lagi dengan masa pandemi Covid-19, bukan saja orang tua yang merasakan dampaknya. Anak-anak yang setiap harinya berkumpul dan bermain bersama-sama baik di sekolah maupun di lingkungan rumah akhirnya hanya bisa duduk dan berdiam diri di rumah masing-masing . Jadi kalau bukan kita yang memanfaatkan sendiri kesempatan waktu yang sudah Allah berikan untuk kita ini jangan harap orang lain bisa memberikan manfaat waktunya untuk kita ya teman-teman. Jadi mulai sekarang nih mari kita jaga dan optimalkan lagi setiap detik yang kita lalui agar berkualitas dan menjadikan kita itu semakin taat kepada Allah ya .. 😊

2. Mengatur dengan baik setiap kegiatan harian

        Masa-masa seperti ini semua orang merasakan dampaknya. Mulai dari pemerintah sampai rakyat yang tinggal di pedalaman tentunya merasakan dampak ataupun efek dari pandemi covid-19.  Apalagi teman-teman yang masih mahasiswa dan pelajar di sekolah kan.. tentunya kita memiliki pandangan masing-masing dalam menanggapi hal ini. Sebagian teman-teman kita yang tinggal di desa harus numpang wifi tetangga agar bisa mengirimkan tugas baik itu mahasiswa maupun pelajar. Belum lagi sebagian harus pinjam laptop dan hp tetangga karena orang tua belum mampu membelikan hp untuk anak-anaknya. Semuanya itu di alami sebagian teman-teman kita. Namun, hal itu bukanlah sebab dan penghalang kita untuk meraih masa depan yang gemilang di kemudian hari teman-teman. Banyak juga loh seorang pengusaha besar lahir dari pekerja harian yang senantiasa giat bekerja hingga bisa membangun perusahaannya sendiri. Begitu juga ulama-ulama lahir dari perjuangan dan proses belajar yang sangat menguras waktu dan pikiran. Sehingga lahirlah ulama-ulama hebat dari proses itu semua teman-teman. Kita nih yaa, jangan pulak merasa aman-aman dan keenakan dengan hari-hari yang kita habiskan di rumah, tidur, makan, tidur, makan, kadang-kadanng main game, instagram, kepoin status ig teman-temannya tanpa ada perubahan dari kualiltas diri kita dari hari pertama pandemi covid-19 sampai detik ini. Rugi loh, serius aku nih rugi kali kita kalau seperti itu. Yang semestinya hari-hari bisa kita atur sebaik mungkin untuk belajar, ehh malah kita sia-siain dari bangun tidur di pagi hari sampe tidur di malam harinya lagi. Minimal kita perbanyaklah membaca hal-hal yang bermanfaat seputaran pendidikan, motivasi dan semangat menjadi sukses teman-teman. Hari-hari kita sama loh semuanya, 24 jam sama waktu yang kita habiskan. Tapi, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik loh teman-teman. Cara mengatur waktu itu sih tergantung kita masing-masing, karena setiap kita itu beda-beda kebutuhan dan tujuan yang di jalaninya ya kan.. jadi saran aku nih ya, atur dulu semua kegiatan, kita tulis dan kita jalani sebaik mungkin. Karena tanpa terasa hampir dua bulan sudah pandemi covid-19 ini loh teman-teman . Emangnya mau kita gitu-gitu aja ? gak kan ? So, setelah membaca ini mudah-mudahan bisa kita atur lagi ya waktu-waktu kita.

Semoga tulisan singkat aku tuh bermanfaat untuk aku pribadi serta berguna juga untuk teman-teman yang membacanya yaa.. aamiin
Terima kasih banyak yaa udah nyempatin mwmbaca artikel simgkat aku ini teman-teman.
By. Teuku Marthunis
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh . 😊

Sabtu, 19 Desember 2015

Haramnya sifat dengki(Hasad), dan mencari-cari kesalahan orang


Saudara yang kucintai karena Allah, tentunya didalam kita menjalani kehidupan pastilah kita merasakan yang namanya persaingan bukan.? Baik itu persaingan didalam belajar,  bekerja, berdagang, maupun dalam berorganisasi. Ini merupakan hal yang wajar didalam kehidupan. Karena kita semua tentunya ingin menjadi lebih baik kedepannya. Namun, dalam persaingan itu terkadang kita lupa akan hati kita itu bagaimana, apakah hati senang? Atau malah hati menyimpan sesuatu yang tidak wajar dari kebiasaan hati seorang mukmin? .
Perlu kita ingat,  seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah saudara. Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik sesama muslim, bukan malah menjadikannya terpuruk, menjauhinya, membencinya, bahkan yang kita sayangkan terkadang sebagian dari kita memperlakukan saudara muslim lebih rendah dari orang kafir. Sungguh, hal itu perlu kita hindari dalam hidup kita. Karena kita tidak  tau dari arah mana kita akan masuk Surga Allah. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga hati kita dari sifat-sifat yang Allah dan Rasul-Nya benci.
Dalam pembahasan kali ini, mari kita perhatikan salah satu Sabda Rasulullah yang mungkin akhir-akhir ini kita jauh dari perintah Rasulullah
 

عن أبى هريرة – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه Ùˆ سلم - لا تحاسدوا ، Ùˆ لا تناجشوا ، Ùˆ لا تباغضوا Ùˆ لا تدابروا ، Ùˆ لا يبع بعضكم على بيع بعض ، Ùˆ كونوا عباد الله إخوانا ، المسلم أخو المسلم لا يظلمه Ùˆ لا يخذله ، Ùˆ لا يكذبه Ùˆ لا يحقره ، التقوى ها هنا – Ùˆ يشير إلى صدره ثلاث مرات – بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام دمه Ùˆ ماله Ùˆ عرضه - رواه مسلم
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”.  (HR. Muslim no.2564).

  
Saudara yang kusayangi karena Allah, berikut ini beberapa pengertian singkat dari hadis diatas
yang penulis ambil dari kitab Hadis Arba'in An-Nawawi

Kalimat “janganlah saling mendengki” maksudnya jangan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang lain. Hal ini adalah haram. Pada Hadits lain disebutkan:
“Jauhilah olehmu sekalian sifat dengki, karena dengki itu memakan segala kebaikan seperti api memakan kayu”.

Adapun iri hati ialah tidak ingin orang lain mendapatkan nikmat, tetapi ada maksud untuk menghilangkannya. Terkadang kata denngki dipakai dengan arti iri hati, karena kedua kata ini memang pengertiannya hampir sama, seperti sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sebuah Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud :
“Tidaklah boleh ada dengki kecuali dalam dua perkara”.

Dengki yang dimaksud dalam Hadits ini adalah iri hati.

Kalimat “jangan kamu saling menipu” , yaitu memperdaya. Seorang pemburu disebut penipu, karena dia memperdayakan mangsanya.

Kalimat “jangan kamu saling membenci” maksudnya jangan saling melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kebencian. Cinta dan benci adalah hal yang berkenaan dengan hati, da manusia tidak sanggup untuk mengendalikannya sendiri. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :
“Ini adalah bagianku yang aku tidak sanggup menguasainya, Karena itu janganlah Engkau menghukumku dalam urusan yang Engkau kuasai tetapi aku tidak menguasainya”.

Yaitu berkenaan dengan cinta dan benci.

Kalimat “jangan kamu saling menjauh” dalam bahasa arab adalah tadaabur, yaitu saling bermusuhan atau saling memutus tali persaudaraan. Antara satu dengan yang lain saling membelakangi atau menjauhi.

Kalimat “janganlah membeli barang yang sudah ditawar orang lain” yaitu berkata kepada pembeli barang pada saat sedang terjadi transaksi barang, misalnya dengan kata-kata : “Batalkanlah penjualan ini dan aku akan membelinya dengna harga yang sama atau lebih mahal”. Atau dua orang yang melakukan jual beli telah sepakat dengan suatu harga dan tinggal akad saja, lalu salah satunya meminta tambahan atau pengurangan harga. Perbuatan semacam ini haram, karena penetapan harga sudah disepakati. Adapun sebelum ada kesepakatan, tidak haram.

Kalimat “jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” maksudnya hendaklah kamu saling bergaul dan memperlakukan orang lain sebagai saudara dalam kecintaan, kasih sayang, keramahan, kelembutan, dan tolong-menolong dalam kebaikan dengan hati ikhlas dan jujur dalam segala hal.

Kalimat “seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya”. Yang dimaksud menelantarkan yaitu tidak memberi bantuan dan pertolongan. Maksudnya jika ia meminta tolong untuk melawan kezhaliman, maka menjadi keharusan saudaranya sesama muslim untuk menolongnya jika mampu dan tidak ada halangan syar’i.

Kalimat “tidak menghinakannya” yaitu tidak menyombongkan diri pada orang lain dan tidak menganggap orang lain rendah. Qadhi ‘Iyadh berkata : “Yang dimaksud dengan menghinakannya yaitu tidak mempermainkan atau membatalkan janji kepadanya”. Pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama.

Kalimat “taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali)”. Pada riwayat lain disebutkan :
“Allah tidak melihat jasad kamu dan rupa kamu, tetapi melihat hati kamu”.

Maksudnya, perbuatan-perbuatan lahiriyah tidak akan mendapatkan pahala tanpa taqwa. Taqwa itu adalah rasa yang ada dalam hati terhadap keagungan Allah, takut kepada-Nya, dan merasa selalu diawasi. Pengertian, “Allah melihat” ialah Allah mengetahui segala-galanya. Maksud Hadits ini ialah Allah akan memberinya balasan dan mengadili, dan semua perbuatan itu dinilai berdasarkan niatnya di dalam hati. Wallaahu a’lam.

Kalimat “seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” berisikan peringatan keras terhadap perbuatan menghina. Allah tidak menghinakan seorang mukmin karena telah menciptakannya dan memberinya rezeki, kemudian Allah ciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dan semua yang ada di langit dan bumi ditundukkan bagi kepentingannya. Apabila ada peluang bagi orang mukmin dan orang bukan mukmin, maka orang mukmin diprioritaskan. Kemudian Allah, menamakan seorang manusia dengan muslim, mukmin, dan hamba, kemudian mengirimkan Rasul Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepadanya. Maka siapa pun yang menghinakan seorang muslim, berarti dia telah menghinakan orang yang dimuliakan Allah.

Termasuk perbuatan menghinakan seorang muslim ialah tidak memberinya salam ketika bertemu, tidak menjawab salam bila diberi salam, menganggapnya sebagai orang yang tidak akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah atau tidak akan dijauhkan dari siksa neraka. Adapun kecaman seorang muslim yang berilmu terhadap orang muslim yang jahil, orang adil terhadap orang fasik tidaklah termasuk menghina seorang muslim, tetapi hanya menyatakan sifatnya saja. Jika orang itu meninggalkan kejahilan atau kefasikannya, maka ketinggian martabatnya kembali.


Minggu, 25 November 2012

... "TETAP TERSENYUM DALAM KEKECEWAAN"...


Hatipun akan semakin dekat dengan ketenteraman. insyaallah.
Kenapa kita harus bersedih hati berkepanjangan?
Ketika sesuatu yang sudah ada di tangan terlepas dari genggaman kita?

Bukankah Allah sedang menguji kadar keikhlasan kita?

Kenapa kita harus larut dalam kekecewaan yang teramat dalam?
Ketika sebuah keinginan tak kunjung menjadi kenyataan?
Bukankah Allah sedang menguji sebatas mana kesabaran kita?

Kenapa kita harus terus menerus menangis dan meratap?
Ketika sebuah kebahagiaan yang kita miliki hancur begitu saja karena pengkhianatan?
Bukankah Allah sedang ingin menguji seberapa besar kadar ketawakkalan kita kepada-Nya?
Dan ketika ujian serta cobaan datang silih berganti.
Kenapa kita harus berputus asa?
Bukankah Allah tidak akan menguji hamba-hambanya-Nya dengan suatu ujian di luar batas kemampuannya?

( La Yukallifullahu Nafsan Illa Wus'aha )

"Allah tidak akan membebani seseorang (hamba-Nya) melainkan sesuai dengan kemampuannya." (Q.S. Al-Baqarah 286)

Ketika kita bisa menerima apapun yang menjadi ketetapan-Nya dengan hati penuh kelapangan dan keikhlasan,
Maka yakinlah hidup kita akan jauh lebih indah.

Jumat, 23 November 2012

Langkah kita




Sebagai orang yang sedang berlabuh di lautan ilmu
Kita ini bagaikan kapas yang dengan mudah di tiup angin
Kemana arah angin , kesitulah arah kita
Jangan simpan pedangmu yang sangat tajam  itu
Keluarkan ia dari tempatnya
Tunjukkan jika kamu bisa menghunus lawan” dengan mudah

Jangan simpan pendapat emasmu
Jangan simpan suara indahmu
Jangan simpan  keberanianmu untuk maju
Jangan jadikan kaki mu kaku untuk melangkah
Jangan jadikan tangan bersihmu menyentuh yang bukan haknya

Jadikan sayap itu untuk terbang
Jadikan kaki itu untuk berlari

Hujan turun karena mendung
Kita gagal karena tak berani melangkah
Kita sukses karena berani mengambil resiko
Kita semua bisa karena bersatu....